Safira Devi Amorita adalah seorang pendongeng cilik Indonesia. Beberapa prestasi sudah diraih oleh Safira dalam dunia dongeng baik tingkat kota dan tingkat nasional. Selain mendongeng, Safira juga suka menulis di KKPK (Kecil Kecil Punya Karya) Nah jika ingin kalian mendengar dan melihat dongeng dari Safira silakan kontak di 085255751971 atau pin BB 5215EF6A
Senin, 19 Desember 2011
Dongeng Safira di Kidzona Makassar
Bertempat di Kidzona Kawasan Tanjung Bunga Makassar, Safira tampil mendongeng dalam cara Lomba Busana Adat Nusantara, Super Hero dan Princess bagi adik-adik TK se-Makassar. Acara ini diadakan oleh Sanggar Ananda Unhas pimpinan Bunda Oci.
Safira adalah salah satu anggota sanggar ananda Unhas ketika pertama kali belajar Fashon di usia Taman Kanak Kanak.
Melihat penampilan dongeng dari Safira, pimpinan sanggar Ananda, Bunda Oci mengajak Safira untuk dapat tampil mendongeng di Kidzona dan akan disiapkan kontrak penampilan di tahun 2012.
Jumat, 16 Desember 2011
Safira menerima Penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada Safira Devi Amorita seorang pendongeng cilik Makassar sekaligus siswi kelas VI SDS Metro Makassar. Penghargaan tersebut berupa Piala Nugra Jasa Dharma Pustaloka untuk kategori Bercerita/Mendongeng yang diberikan oleh Drs. Ama Saing Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Prop Sulawesi Selatan mewakili kepala perpustakaan nasional Republik Indonesia bertempat di Hotel Celebes Makassar, Kamis 15 Desember 2011.
Perpustakaan Nasional RI memberikan penghargaan Nugra Jasa Darma Pustaloka Tahun 2011 kepada para tokoh masyarakat, birokrasi, legislatif, wartawan, media masa, pengelola perpustakaan desa terbaik tingkat Nasional.
Tokoh tokoh yang pernah menerima penghargaan ini antara lain Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR, Muhammad Jafar Hafsah, Pembina Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan
Penerima penghargaan mempunyai kriteria berperan aktif secara nyata terhadap pengembangan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca minimal dua tahun terakhir dengan didukukung oleh data – data empirik yang dihimpun dan dilaporkan melalui Badan Perpustakaan Provinsi seluruh Indonesia. Yang kemudian diusulkan kepada Perpustakaan Nasional RI Jakarta
Dalam sambutannya, Drs, Ama Saing sangat mengapresiasi penghargaan tersebut karena citra perpustakaan propinsi Sulawesi Selatan akan lebih dikenal dengan hadirnya pendongeng cilik yang senantiasa aktif dalam berbagai kegiatan mendongeng di Sulawesi Selatan. Dalam berbagai acara yang digelar oleh perpustakaan dan instansi lain, Safira selalu tampil dengan membawakan dongeng dengan berbagai macam jenis cerita, antara lain cerita rakyat, kisah fabel atau binatang dan cerita ringan lainnya.
" Salah satu cara menumbuhkan kebiasaan membaca di masyarakat kita adalah dengan cara bercerita kepada anak anak . Cerita yang disampaikan dapat berupa kisah atau perjuangan pahlawan dari Sulsel sehingga nantinya kisah atau legenda tersebut akan tumbuh lestari di tengah derasnya arus globalisasi sekarang ini", ungkap Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan ketika memberikan penghargaan tersebut.
Setelah menerima penghargaan tersebut, Safira tampil mendongeng dengan membawakan cerita berjudul Putri Tadampalik, sebuah cerita rakyat yang berasal dari Tanah Luwu. Dalam cerita tersebut diceritakan tentang perjuangan seorang putri Datu Luwu yang harus diasingkan ke Wajo karena menderita penyakit kulit yang sangat berbahaya. Karena ketabahan dan ketegaran Putri tadampalik, akhirnya dia dapat sembuh dan menikah dengan Putra Mahkota dari kerajaan Bone.
Dalam kesempatan tersebut, Safira Devi Amorita akan diusulkan kepada Gubernur Propinsi Sulawesi Selatan untuk diangkat menjadi Duta Baca Anak Sulawesi selatan tahun 2011. Hal ini dimaksudkan agar budaya membaca tumbuh dan berkembang dimulai dari kebiasaan membaca oleh anak anak di Sulawesi Selatan.
Perpustakaan Nasional RI memberikan penghargaan Nugra Jasa Darma Pustaloka Tahun 2011 kepada para tokoh masyarakat, birokrasi, legislatif, wartawan, media masa, pengelola perpustakaan desa terbaik tingkat Nasional.
Tokoh tokoh yang pernah menerima penghargaan ini antara lain Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR, Muhammad Jafar Hafsah, Pembina Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan
Penerima penghargaan mempunyai kriteria berperan aktif secara nyata terhadap pengembangan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca minimal dua tahun terakhir dengan didukukung oleh data – data empirik yang dihimpun dan dilaporkan melalui Badan Perpustakaan Provinsi seluruh Indonesia. Yang kemudian diusulkan kepada Perpustakaan Nasional RI Jakarta
Dalam sambutannya, Drs, Ama Saing sangat mengapresiasi penghargaan tersebut karena citra perpustakaan propinsi Sulawesi Selatan akan lebih dikenal dengan hadirnya pendongeng cilik yang senantiasa aktif dalam berbagai kegiatan mendongeng di Sulawesi Selatan. Dalam berbagai acara yang digelar oleh perpustakaan dan instansi lain, Safira selalu tampil dengan membawakan dongeng dengan berbagai macam jenis cerita, antara lain cerita rakyat, kisah fabel atau binatang dan cerita ringan lainnya.
" Salah satu cara menumbuhkan kebiasaan membaca di masyarakat kita adalah dengan cara bercerita kepada anak anak . Cerita yang disampaikan dapat berupa kisah atau perjuangan pahlawan dari Sulsel sehingga nantinya kisah atau legenda tersebut akan tumbuh lestari di tengah derasnya arus globalisasi sekarang ini", ungkap Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan ketika memberikan penghargaan tersebut.
Setelah menerima penghargaan tersebut, Safira tampil mendongeng dengan membawakan cerita berjudul Putri Tadampalik, sebuah cerita rakyat yang berasal dari Tanah Luwu. Dalam cerita tersebut diceritakan tentang perjuangan seorang putri Datu Luwu yang harus diasingkan ke Wajo karena menderita penyakit kulit yang sangat berbahaya. Karena ketabahan dan ketegaran Putri tadampalik, akhirnya dia dapat sembuh dan menikah dengan Putra Mahkota dari kerajaan Bone.
Dalam kesempatan tersebut, Safira Devi Amorita akan diusulkan kepada Gubernur Propinsi Sulawesi Selatan untuk diangkat menjadi Duta Baca Anak Sulawesi selatan tahun 2011. Hal ini dimaksudkan agar budaya membaca tumbuh dan berkembang dimulai dari kebiasaan membaca oleh anak anak di Sulawesi Selatan.
Kamis, 15 Desember 2011
Mengapa Bersekolah di Sekolah Swasta ?
Ya! Mengapa aku bersekolah di sekolah yang mahal? Mengapa aku tidak bersekolah di sekolah negeri saja? Mengapa orang tuaku harus bersusah payah mencari uang demi untuk pendidikanku? Mengapa aku tidak bersekolah di sekolah yang gratis saja? Begitu banyak pertanyaan “mengapa” dalam pikiranku.
Ayahku bekerja sebagai seorang guru les privat. Dia mengajar beberapa orang teman kelasku/ Sebagai anak yang paling pandai di kelas, sepertinya beberapa orang tua temanku tertarik untuk menggunakan jasa ayahku sebagai guru les mereka.
Pernah aku bertanya kepada ayah tentang penghasilan dari mengajar les.
“Tergantung dari penawaran ayah kepada orang tuanya. Ayah hanya memberikan standar Rp.500.000 per anak tiap bulan” jelas ayah.
“Coba kamu hitung sendiri, jumlah murid les ayah ada 5 orang. Ditambah dengan jumlah murid les ibumu sebanyak 6 orang. Jadi totalnya berapa? “ tanya ayah kepadaku.
“Lima juta lima ratus ribu...!” dengan cepat aku menjawab karena memang paling mudah mengalikan angka 11 dengan angka laiinya.
“Wah... banyak ya penghasilan ayah!” kataku ketika perkalian tersebut sudah aku dapatkan hasilnya. “ Memang lumayan banyak penghasilan ayah dari mengajar les, tapi pengeluaran untuk kebutuhan juga cukup banyak” jelas ayah.
“ Kita harus membayar uang sekolahmu, membayar cicilan rumah, dan keperluan sehari hari lainnya” Aku mengangguk-angguk mendengar penjelasan ayah.
Aku bersekolah di sekolah swasta di kotaku. Sekolah yang boleh dikatakan mahal untuk ukuran penghasilan ayahku sebagai seorang guru les.
Suatu sore hari saat kami sekeluarga sedang minum teh, aku sempatkan untuk mempertanyakan semua pertanyaan “mengapa”-ku tadi.
“Ayah, mengapa aku bersekolah di sekolah swasta? Mengapa tidak di sekolah negeri saja?”, tanyaku.
“Oo...kamu sepertinya penasaran ya!”, sepertinya ayah sudah tahu kalo aku akan menanyakan sesuatu hal kepadanya.
“Pada waktu kamu selesai sekolah di taman kanak kanak, umurmu waktu itu baru enam setengah tahun. Nah menurut aturan yang berlaku, umurmu itu dianggap belum cukup untuk masuk di sekolah dasar. Meskipun sebenarnya pada saat itu kamu sudah lulus beberapa tes, ada tes membaca, tes menulis, tes menghitung, dan tes mengaji. Hanya saja, umurmu waktu itu dianggap belum cukup untuk masuk sekolah dasar” jelas ayah dengan panjang lebar.
“Loh? Memangnya anak umur berapa tahun yang diterima?”, tanyaku penasaran. “Hanya anak yang berumur 7 tahun”, jawab ayah.
“Namun kamu tahu tidak? Ada beberapa temanmu yang usianya belum cukup tujuh tahun tapi mereka diterima bersekolah,” sambung ibu.
“Loh! Itu namanya tidak adil dong! Kenapa mereka bisa diterima?”, tanyaku lagi.
Melihat rasa penasaranku yang makin bertambah, ibu kembali menjelaskan semuanya dengan sabar
“Karena mereka mengubah akte kelahirannya! Dengan mengubah akte kelahiran tersebut maka umur mereka otomatis akan sesuai dengan persyaratan masuk sekolah. Sebenarnya pada waktu itu ada beberapa teman ibu yang menyarankan untuk mengubah akte kelahiranmu. Namun, ibu tidak mau” , jelas ibu.
“Tapi mengapa ibu tidak mau mengubah akte kelahiranku? Bukankah dengan demikian maka aku bisa bersekolah di sekolah negeri?”, tanyaku tambah penasaran.
“Mengubah akte kelahiran sama dengan mengubah identitas seorang anak. Karena siapapun yang yang mengubah akte kelahiran, sama saja dengan mengubah apa yang menjadi kehendak Allah,” jelas ayah.
“Selain itu, perbuatan tersebut adalah termasuk tidak jujur atau bohong. Yang pertama, kita berbohong kepada Allah, kedua berbohong kepada negara, dan yang ketiga berbohong kepada diri sendiri,” sambung ayah lagi.
Aku terdiam dan makin serius menyimak penjelasan kedua orangtuaku. “Jika Allah sudah menghendaki seseorang lahir pada hari itu, kenapa kita harus menggantinya? Menentangnya?”, kata ibu.
“Selain itu, akte kelahiran adalah sebuah bentuk pengakuan hukum negara kepada anak anak Indonesia. Jadi kalau dipalsukan maka itu berarti melanggar hukum. Coba kamu bayangkan seandainya akte kelahiran palsu tersebut digunakan, berarti seumur hidup kamu telah berbuat tidak jujur. Nah, jika dari awalnya sudah tidak jujur, maka bagaimana bangsa ini bisa maju dan bermartabat?”, jelas ayah dengan panjang lebar.
“Tapi, bukankah sekarang sekolah negeri gratis semua, sedangkan sekolah swasta itu mahal?”, tanyaku lagi. “Memang benar kalau sekolah swasta itu mahal.. Namun, di sekolahmu sekarang ini kamu bisa berprestasi dengan jujur bukan?” tanya ayah. Aku mengiyakan penjelasan ayah karena memang dari kelas 1 hingga kelas kelas 5 SD, aku selalu mendapat rangking 1.
“Nah sekarang kamu sudah mengerti kan?” tanya ibu. Aku mengangguk lagi. “Iya. Sekarang semua pertanyaanku sudah terjawab.” kataku. “Ya sudah, ayo, diminum tehnya.” ajak ibu. Slurpp!
Sekarang aku sudah mengerti bahwa mengubah akte kelahiran sama artinya mengubah identitas seorang anak, dan itu adalah sebuah perbuatan yang tidak jujur. Sebaliknya dengan tidak mengubah akte kelahiran, berarti kita telah berbuat jujur. Aku dan orang tuaku sudah berbuat jujur. Ternyata jujur itu indah.... Alhamdulillah ya!
Makassar, 15 Nopember 2011
Ayahku bekerja sebagai seorang guru les privat. Dia mengajar beberapa orang teman kelasku/ Sebagai anak yang paling pandai di kelas, sepertinya beberapa orang tua temanku tertarik untuk menggunakan jasa ayahku sebagai guru les mereka.
Pernah aku bertanya kepada ayah tentang penghasilan dari mengajar les.
“Tergantung dari penawaran ayah kepada orang tuanya. Ayah hanya memberikan standar Rp.500.000 per anak tiap bulan” jelas ayah.
“Coba kamu hitung sendiri, jumlah murid les ayah ada 5 orang. Ditambah dengan jumlah murid les ibumu sebanyak 6 orang. Jadi totalnya berapa? “ tanya ayah kepadaku.
“Lima juta lima ratus ribu...!” dengan cepat aku menjawab karena memang paling mudah mengalikan angka 11 dengan angka laiinya.
“Wah... banyak ya penghasilan ayah!” kataku ketika perkalian tersebut sudah aku dapatkan hasilnya. “ Memang lumayan banyak penghasilan ayah dari mengajar les, tapi pengeluaran untuk kebutuhan juga cukup banyak” jelas ayah.
“ Kita harus membayar uang sekolahmu, membayar cicilan rumah, dan keperluan sehari hari lainnya” Aku mengangguk-angguk mendengar penjelasan ayah.
Aku bersekolah di sekolah swasta di kotaku. Sekolah yang boleh dikatakan mahal untuk ukuran penghasilan ayahku sebagai seorang guru les.
Suatu sore hari saat kami sekeluarga sedang minum teh, aku sempatkan untuk mempertanyakan semua pertanyaan “mengapa”-ku tadi.
“Ayah, mengapa aku bersekolah di sekolah swasta? Mengapa tidak di sekolah negeri saja?”, tanyaku.
“Oo...kamu sepertinya penasaran ya!”, sepertinya ayah sudah tahu kalo aku akan menanyakan sesuatu hal kepadanya.
“Pada waktu kamu selesai sekolah di taman kanak kanak, umurmu waktu itu baru enam setengah tahun. Nah menurut aturan yang berlaku, umurmu itu dianggap belum cukup untuk masuk di sekolah dasar. Meskipun sebenarnya pada saat itu kamu sudah lulus beberapa tes, ada tes membaca, tes menulis, tes menghitung, dan tes mengaji. Hanya saja, umurmu waktu itu dianggap belum cukup untuk masuk sekolah dasar” jelas ayah dengan panjang lebar.
“Loh? Memangnya anak umur berapa tahun yang diterima?”, tanyaku penasaran. “Hanya anak yang berumur 7 tahun”, jawab ayah.
“Namun kamu tahu tidak? Ada beberapa temanmu yang usianya belum cukup tujuh tahun tapi mereka diterima bersekolah,” sambung ibu.
“Loh! Itu namanya tidak adil dong! Kenapa mereka bisa diterima?”, tanyaku lagi.
Melihat rasa penasaranku yang makin bertambah, ibu kembali menjelaskan semuanya dengan sabar
“Karena mereka mengubah akte kelahirannya! Dengan mengubah akte kelahiran tersebut maka umur mereka otomatis akan sesuai dengan persyaratan masuk sekolah. Sebenarnya pada waktu itu ada beberapa teman ibu yang menyarankan untuk mengubah akte kelahiranmu. Namun, ibu tidak mau” , jelas ibu.
“Tapi mengapa ibu tidak mau mengubah akte kelahiranku? Bukankah dengan demikian maka aku bisa bersekolah di sekolah negeri?”, tanyaku tambah penasaran.
“Mengubah akte kelahiran sama dengan mengubah identitas seorang anak. Karena siapapun yang yang mengubah akte kelahiran, sama saja dengan mengubah apa yang menjadi kehendak Allah,” jelas ayah.
“Selain itu, perbuatan tersebut adalah termasuk tidak jujur atau bohong. Yang pertama, kita berbohong kepada Allah, kedua berbohong kepada negara, dan yang ketiga berbohong kepada diri sendiri,” sambung ayah lagi.
Aku terdiam dan makin serius menyimak penjelasan kedua orangtuaku. “Jika Allah sudah menghendaki seseorang lahir pada hari itu, kenapa kita harus menggantinya? Menentangnya?”, kata ibu.
“Selain itu, akte kelahiran adalah sebuah bentuk pengakuan hukum negara kepada anak anak Indonesia. Jadi kalau dipalsukan maka itu berarti melanggar hukum. Coba kamu bayangkan seandainya akte kelahiran palsu tersebut digunakan, berarti seumur hidup kamu telah berbuat tidak jujur. Nah, jika dari awalnya sudah tidak jujur, maka bagaimana bangsa ini bisa maju dan bermartabat?”, jelas ayah dengan panjang lebar.
“Tapi, bukankah sekarang sekolah negeri gratis semua, sedangkan sekolah swasta itu mahal?”, tanyaku lagi. “Memang benar kalau sekolah swasta itu mahal.. Namun, di sekolahmu sekarang ini kamu bisa berprestasi dengan jujur bukan?” tanya ayah. Aku mengiyakan penjelasan ayah karena memang dari kelas 1 hingga kelas kelas 5 SD, aku selalu mendapat rangking 1.
“Nah sekarang kamu sudah mengerti kan?” tanya ibu. Aku mengangguk lagi. “Iya. Sekarang semua pertanyaanku sudah terjawab.” kataku. “Ya sudah, ayo, diminum tehnya.” ajak ibu. Slurpp!
Sekarang aku sudah mengerti bahwa mengubah akte kelahiran sama artinya mengubah identitas seorang anak, dan itu adalah sebuah perbuatan yang tidak jujur. Sebaliknya dengan tidak mengubah akte kelahiran, berarti kita telah berbuat jujur. Aku dan orang tuaku sudah berbuat jujur. Ternyata jujur itu indah.... Alhamdulillah ya!
Makassar, 15 Nopember 2011
Rabu, 14 Desember 2011
Cara Claim Technorati
Cara Claim Technorati - Sebenarnya postingan ini dibuat untuk keperluan LM sendiri guna mengklaim blog ini pada technorati.
Namun tidak ada salahnya bila tujuan dalam postingan ini sekaligus
memberikan sedikiti pengetahuan bagaimana cara klaim blog di technorati
yang pada awalnya LM sendiri sedikit kebingungan dengan keunikan cara
yang diperintahkan technorati ini.
-----------------------------------------
Thank you for submitting your blog claim on Technorati. Technorati will need to verify that you are an author of the site http://safiradongeng.blogspot.
--------------------------------------------
Rabu, 07 Desember 2011
Mobilpun Mengintai Nyawa Anak Anda
Banyak
yang beranggapan bahwa keselamatan anak
lebih besar resikonya jika mengendarai kendaraan roda dua dibandingkan dengan
mobil. Tidak diragukan lagi bahwa kendaraan roda dua memang lebih besar resikonya,
karena dibutuhkan keterampilan dan ketenangan dalam mengendarai roda dua. Namun
ternyata tidak menutup kemungkinan bahwa nyawa anak anak bisa melayang ataupun
cidera walaupun kita membawa mereka di dalam mobil.
Berikut
ini beberapa resiko yang dapat mengancam keselamatan anak anak anda bila
mengendarai mobil
Terjebak Dalam Bagasi
Sifat anak-anak
yang mempunyai rasa ingin tahu yang sangat besar dan keinginan untuk mengenali
segala tempat di dalam jangkauan mereka. Salah satu yang menarik andan anak adalah bagasi mobil. Anak
anak sangat menyukai tempat tersebut karena bisa ddigunakan untuk bermain
sembunyi dengan teman temannya.
Adapun resiko
yang mungkin dijumpai adalah ada
kemungkinan si anak akan terjebak di dalam bagasi mobil.
Berikut ini
adalah resiko yang yang akan terjadi
apabila anak kita terjebak di dalam bagasi mobil :
- Anak-anak lebih sensitif terhadap perubahan temperatur atau panas bila dibandingkan dengan orang dewasa.
- Di dalam bagasi mobil, selain temperatur yang tinggi, kelembaban tinggi dan sirkulasi udara yang buruk juga sangat berbahaya bagi anak-anak
- Temperatur di dalam bagasi dapat mencapai di atas 40 derajat celcius, dan peningkatan temperatur berlangsung dalam waktu yang sangat singkat.
Sebagai
orang tua, maka wajib bagi kita untuk dapat melakukan tindakan penyelamatan
pertama dan alternatif tips yang dapat
dilakukan adalah :
- Berikan pemahaman kepada anak-anak, bahwa bagasi hanya dapat digunakan untuk meletakkan barang dan bahaya yang dapat muncul apabila terjebak di dalam bagasi.
- Lakukan pengawasan semaksimal mungkin ketika anak-anak bermain di sekitar mobil.
- Periksa bagasi segera bila anda tidak dapat menemukan anak anda.
- Kunci pintu mobil, aktifkan alarm dan jauhkan kunci mobil anda dari jangkauan anak-anak.
- Tutuplah jalan untuk menuju bagasi mobil melalui bagian dalam mobil anda.
- Lengkapi bagasi mobil anda dengan pembuka bagasi dari bagian dalam bagasi.
- Beberapa kendaraan di Amerika dilengkapi dengan glow in the dark pada pembuka bagasi bagian dalam. Hal ini memberitahukan posisi pembuka bagasi apabila anak-anak terjebak di dalam bagasi tersebut.
Permainan
yang berpotensi anak-anak masuk ke dalam bagasi dalam petak umpet, karena
anak-anak akan berusaha mencari tempat persembunyian yang sulit ditemukan yang
tanpa mereka sadari berpotensi terjebak di dalam bagasi.
Bahaya AC Mobil atau Kendaraan
Janganlah langsung MENYALAKAN A/C saat memasuki mobil.
Bukalah jendela mobil saat masuk ke dlm mobil dan NYALAKAN A/C setelah beberapa menit.
Mengapa hal tersebut harus dulakukan ? Hal ini karena:
Dasbor mobil, sofa, pengharum mobil menghasilkan Benzene, racun penyebab kanker (karsinogen – bisa ada waktu, luangkanlah waktu dan amatilah bau plastik dasbor yangg terkena panas).
Selain menyebabkan k anker, Benzene dapat meracuni tulang tulang anda, menyebabkan Anemia dan menurunkan jumlah sel darah putih. Apabila terhirup terus-menerus dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan Leukemia, menambah resiko penyebab kanker.
Jika memarkir mobil di luar ruangan dibawah sinar matahari pada temperatur 25 derajat ke atas, maka tingkat Benzene naik hingga 2000-4000 mg, atau naik 40 kali dari tingkat Benzene yang dapat ditoleransi.
Bukalah jendela mobil saat masuk ke dlm mobil dan NYALAKAN A/C setelah beberapa menit.
Mengapa hal tersebut harus dulakukan ? Hal ini karena:
Dasbor mobil, sofa, pengharum mobil menghasilkan Benzene, racun penyebab kanker (karsinogen – bisa ada waktu, luangkanlah waktu dan amatilah bau plastik dasbor yangg terkena panas).
Selain menyebabkan k anker, Benzene dapat meracuni tulang tulang anda, menyebabkan Anemia dan menurunkan jumlah sel darah putih. Apabila terhirup terus-menerus dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan Leukemia, menambah resiko penyebab kanker.
Jika memarkir mobil di luar ruangan dibawah sinar matahari pada temperatur 25 derajat ke atas, maka tingkat Benzene naik hingga 2000-4000 mg, atau naik 40 kali dari tingkat Benzene yang dapat ditoleransi.
Saat Memarkir Kendaraan
Jangan menganggap remeh dengan masalah parkir mobil anda. Meskipun dalam
keadaan bergerak dengan kecepatan minimun, cara memarkir kendaraan dapat juga
mengundang resiko bagi anak anak anda
- Memarkir mobil mundur:
- Pada saat mundur, usahakan kaca depan kanan dan kiri terbuka. Sehingga kaca film yang gelap tidak akan mengurangi pandangan pengemudi pada kaca spion.
- Kaca depan kanan dan kiri terbuka, selain itu juga agar suara di luar mobil bisa terdengar jelas. Seandainya ada anak-anak bisa terdengar suaranya agar tidak tertabrak.
- Pastikan tidak ada anak-anak kita di samping atau belakang mobil.
2. Pada saat membuka pintu,
Buatlah
perjanjian pada anak bahwa mereka tidak boleh membuka dan menutup pintu mobil
sendiri tanpa sepengetahuan anda kecuali anda sudah yakin dan bisa memastikan
bahwa anak sudah mengetahui prosedur membuka dan menutup mobil. Sesaat setelah
berhenti, anak-anak biasanya langsung membuka pintu padahal di belakang mobil
ramai lalu lintas, pintu mobil yang terbuka tiba-tiba akan mengejutkan
pengendara di belakang mobil. Ini berbahaya.
3. Mobil yang parkir di garasi harap di-handbrake dan
dimasukkan perseneling satu. Ada kejadian seorang pengasuh anak menyuapin di
dalam mobil yang parkir di garasi, lalu hand-brake terlepas dan mobil berjalan
mundur keluar dari garasi lalu masuk ke sungai seberang jalan di depan rumah.
Ini benar-benar terjadi terutama di daerah perumahan bertopografi pegunungan.
4. Pada saat menutup pintu harap berhati hati karena tidak
jarang seorang anak tangannya terjepit pintu mobil.
5. Mobil yang dilengkapi dengan power kaca,
Anda harus hati-hati saat menutup kaca mobil yang ber-power karena tidak jarang
tangan atau leher anak terjepit saat kepala anak di luar kaca jendela.
6. Dalam keadaan mobil sedang berjalan, jangan sekali-kali
mengijinkan anak untuk mengeluarkan anggota badan (tangan) dan biasanya juga
kepala. Lengkapi tempat sampah di dalam mobil.
7. Terkadang orang tua ‘terlalu sayang’ pada anak saat
mengemudi. Jangan pernah menyetir mobil sambil memangku anak-anak baik di jalan
raya maupun jalan perumahan. Hal ini tentu akan mengganggu konsentrasi
mengemudi.
8. Beberapa ibu yang mengemudi tidak jarang meninggalkan
anaknya di mobil sementara ia belanja di pasar atau swalayan dengan alas an
‘hanya’ sebentar. Ini berbahaya sekali karena saat anak nangis maka ia bisa
kehabisan oksigen karena mobil tertutup rapat. Atau anak kepanasan saat di
dalam mobil sehingga bisa pingsan. Beberapa tahun yang lalu ada kejadian anak yang
mengalami hal itu karena ditinggal di dalam mobil sementara ibunya belanja.
9. Hati-hati mobil station-wagon
berpenumpang banyak dan tanpa pendingin udara, jika ada anak di dalamnya bisa
mengalami dehidrasi saat menempuh perjalanan jauh. Pastikan anak selalu diberi
minum.
Selasa, 06 Desember 2011
Safira bersama Ilham Arief Sirajuddin Walikota Makassar
Safira Juara Lomba Pidato Bahasa Inggris di Trans Studio Dalam Rangka Hari Anak se Kota Makassar tahun 2010.
Dalam lomba ini, tema yang diambil adalah Makassar The City World. Walikota Makassar sempat berbincang-bincang dengan Safira di atas panggung dan dijawab oleh Safira dengan menggunakan Bahasa Inggris.
Dalam lomba ini, tema yang diambil adalah Makassar The City World. Walikota Makassar sempat berbincang-bincang dengan Safira di atas panggung dan dijawab oleh Safira dengan menggunakan Bahasa Inggris.
Langganan:
Postingan (Atom)

















