Rabu, 18 Juli 2012

Say No To Bullying

BULLY, sebuah kata dengan lima huruf yang maknanya dalam. Tapii, jauh lebih dalam lagi, kalau ditambah –ing. Jadinya, bullying. Walau kita nyebutnya mudah banget, tapi yang alami menderitaa banget. Arti bully sebenarnya adalah mengganggu atau menekan orang yang lebih lemah.Seperti pelajaran, bullying ternyata punya banyak macam. Diantaranya; verbal, physical, sosial, mental, dan cyberbullying. Maksudnya?

    Verbal-bullying itu ketika seseorang memanggil nama kita secara tidak baik. Atau, mereka memanggil kita dengan sebutan-sebutan yang kasar. Tau, kan, contohnya? Nah, kalau physical-bullying adalah ketika para bullies memukul kita, menonjok, menginjak, menjambak, mendorong, dan lain-lain yang bersangkutan dengan fisik. Itulah bullying yang paling kasar (menurut aku).

    Kalau bullying yang tadi bersangkutan dengan personality, beda lagi dengan social-bullying. Maksudnya, ketika seseorang dikeluarkan dari sebuah geng atau kelompok. Dengan begitu, orang tersebut akan depresi dan merasa dikucilkan. Kadang, para bullies yang melakukan bullying tipe ini, mendorong orang lain agar ikut mengucilkan orang tersebut. Mental-bullying? Ketika seseorang ditakut-takuti atau diteror agar mentalnya terganggu.

    Bully tipe ini biasanya dilakukan para bullies ketika ingin menyaingi orang tersbut. Biar dia bisa menang, gitu. Ckckck. Nah, ini, nih, yang paling nge-trend. Cyberbullying. Semakin berkembang pesatnya teknologi, tumbuhlah tipe bullying yang baru. Apalagi kalau bukan, cyberbullying. Hal ini terjadi ketika para bullies nge-bully ‘mangsa’-nya di sosial media. Ya, tepatnya social network. Siapa yang nggak tau Facebook sama Twitter?

    Dengan cara ini, para pem-bully bisa mem¬-bully ‘mangsa’-nya tanpa harus bertatapan muka. Hanya tinggal ketik, dan klik! Terkirim, deh, kata-kata kasar mereka. Artinya, pem-bully macam ini hanyalah PECUNDANG yang hanya berani ngomong di balik layar. Itu dia macam-macam bully. Selanjutnya, kita bisa cek sendiri, apa kita pernah mengalaminya atau malah kita pernah melakukannya?

Bullying In Daily Life.

    Udah tau contoh-contoh bullying dalam keseharian? Sudah pasti, dong! Tapi, apa kita tau rasa tertekan dan depresi oleh orang-orang yang di-bully?
    Banyak orang bilang begini, “Stop Bullying!”. Padahal, mereka sendiri melakukan tindakan bullying yang mereka anggap bukan bullying. Bullying bukan Cuma tindakan kekerasan seperti memeras teman, menyuruh mereka mencium sepatu kita, menyuruh mereka melakukan ini, itu, sana, dan sini. Nggak! Tau, nggak, kalau merebut antrean itu bullying? Tau, nggak, kalau nyambar bahu teman tanpa minta maaf itu bullying.

    Once, bullying bisa saja kita lakukan tanpa sepengetahuan kita. Melarang orang lain mengikuti trend baru bahkan sudah masuk tindak bullying. Kadang, bullying dengan sengaja kita lakukan, tapi kadang kita tidak menyadarinya. Menyerobot antrean tentu saja sudah masuk tindakan nge-bully. Bayangin, dong, orang udah lama ngantre, eh, kita seenaknya aja nyerobot. Adik kelas dan kita suka sama satu orang dan kita melarangnya karena dia adik kelas juga termasuk tindakn nge-bully.

    Hello, sadar lagi! Mentang-mentang mereka adik daripada kita, jadi kita seenaknya aja mengatur-ngatur mereka? Gitu? Tuhan sudah menciptakan takdir bagi setiap manusia. Jadi, fine ajalah kalau kita dan dia suka sama satu orang. Kalau orang itu awalnya suka kita, tapi kita ketahuan nge-bully adik kelas dan melarangnya suka sama dia? Waduh, urusan gawat, nih! Udahlah, nggak usah takut tersaingi. Toh, kita yakin sama diri kita, kita pasti bisa!

    Karena, para bullies lebih senang mem-bully orang yang lemah atau lebih muda darinya. Liat aja deh, nggak ada yang berani nge-bully Ade Rai, kan? Emang mau malah kita yang ditonjok balik? Dan, bullies juga suka nge-bully orang yang jago. Maksudnya, dia takut kalau orang itu mau menyainginya. Itulah sebabnya mereka nge-bully. Banyak juga terjadi senioritas. Akibatnya, banyaka hak asasi manusia yang dilanggar.

    Banyaaaaak banget contoh senioritas. Adik kelas nggak boleh punya gadget yang lebih canggih dari kakak kelas, adik kelas nggak boleh punya barang baru tanpa sepengetahuan kakak kelas, adik kelas harus turutin maunya kakak kelas, adik kelas harus gini, adik kelas harus gitu, dan bla bla bla! Nanti jadinya, kita sendiri yang pusing sama aturan yang hampir segudang gitu!

What The Stars Say About Bullying?

    Hmm, boleh juga nih. Kira-kira, apa yang para selebriti dunia katakan tentang bullying? Apa pendapat mereka?
    Gadis hitam manis bernama Monique Coleman, menentang keras bullying apakagi cyberbullying. Itu termasuk tindakan para pecundang yang bodoh. Tapi, dia berterima kasih pada bullies-nya. “I appreciate my bullies. They made me stronger, they made me more confident,” katanya. Nah, biar nggak pusing mikirin para  cyberbullies, ikuti aja, deh sara Monique ini, “Go out for a walk, play sport,get off from your computer,”. Boleh dicoba, nih!

    Gadis rendah hati ini juga mendorong kita untuk membuktikan kepada para bullies kalau kita jauh lebih baik daripada mereka. Kalau kita di-bully, kita nggak perlu depresi panjang. Bersyukur aja, deh! Dengan begitu, kita bisa lebih kuat. Bullying juga melatih kesabaran kita. Yah, sabar-sabar aja, deh!

    Lain halnya dengan Monique Coleman, Lady Gaga sang Mother Monster menganggap bullying adalah tindakan kriminal dan harus segera dimusnahkan. “Be Daring, Not Hating, Stop Bullying,” adalah salah satu kata-kata Lady Gaga. Penyanyi extraordinary ini mengaku kalau bullying bukanlah perilaku iseng namun kejahatan. Ia menghadapi serius masalah ini.

    “She make me happy. She told me that i was born this way,” ucap Jamey Rodemeyer tentang Queen of Pop ini di salah satu home made video-nya. Nggak lama setelah meng-upload videonya itu, Jamey ditemukan tewas di sekitar rumahnya. Sebabnya? Bullying  yang seringkali menimpalinya. Kenapa Jamey di-bully? Ia mengaku dirinya gay, dan sejak saat itu, ia mulai di-bully kawannya. Social-bullying, cyberbullying, verbal-bullying, physical-bullying, dan mentap-bullying kerap kali mengalaminya.

    Saya bangga dengan kejujuran Jamey yang mengakui dirinya seorang gay. Jamey juga sering curhat melalui home made video di account YouTube-nya. Ia sangat berterima kasih kepada Lady Gaga. Karena menurutnya, Lady Gaga telah memberikannya semangat untuk hidup. Namun, bullying yang dideritanya sangat kejam, hingga ia memilih untuk bunuh diri.
  
“Bye Mother Monster, thank you for all you have done, paws up forever,” katanya lewat akun twitternya sebelum bunuh diri. Itu menjadi pesan terakhirnya untuk Lady Gaga. Hal ini membuat Lady Gaga ikut depresi. Ia merasa mengapa sebuah tindakan bullying mampu merenggut nyawa seseorang. “Bullying must be an illegal. It is a hate crime,” katanya. Nggak hanya bicara lewat tweetsnya. Ia bersama ibunya mendirikan Born This Way Foundation.

    Nggak hanya berhenti sampai disitu. Lady Gaga menumui Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. “I met him. I will not stop fighting. This must end. Our generation have power to do that,” katanya semangat. “It is important that we push the boundaries of love and acceptance,” ucap Gaga dalam salah satu videonya. Hal yang dialami Jamey bisa membuat kita sadar, betapa bahayanya ¬bullying itu. Semakin tertekan seseorang, semakin ia depresi. Dan tidak ada jalan keluar lain yang ia bisa lakukan selain bunuh diri.

    Pendapat dua artis ini mungkin bisa membuat kita lebih yakin untuk benar-benar Say No To Bullying. Wah,wah, ternyata artis dunia juga peduli sama bullying yang mayoritas terjadi pada remaja. Masa’ kita yang dekat dengan hal begitu nggak care, sih? Ayo, dong! Jangan mau kalah sama Mothe Monster yang kuat banget tekadnya melawan bullying!

    It’s better to having friendship than having enemies and entering to a crime things, bullying.

1 komentar:

  1. jangan pake kata bully lagi. bahasa indonesianya sudah ada: PELATOK, PENDEL, ATAU TINDES. Lihat ayam2 yang gede di kandang suka memelatoki atau memendel ayam2 kecil. Nah. MEM-BULLY = MEMELATOK, MEMENDEL, MENINDES. AYO biasakan PAKE BAHASA INDONESIA MUMPUNG BELUM TERLANJUR.

    BalasHapus