Senin, 16 Januari 2012

Ayo Bantu ! Sekolah Pesisir Mariso akan Digusur

Saat ini Sokola Pesisir Mariso sedang berkemas untuk pindah dari tempat yang selama ini menjadi rumah belajar anak-anak dan remaja di kawasan kampung nelayan Mariso, Makassar. Pemilik tanah rumah belajar meminta mereka untuk segera pindah dibulan Mei 2012 ini.

Penggalangan dana telah mulai dilakukan sejak November tahun lalu dimana hasilnya nanti akan digunakan untuk membeli tanah sendiri buat sekolah baru anak-anak pesisir Mariso dan keberlanjutan kegiatan belajar-mengajar mereka.


Berbagai cara bisa dilakukan untuk membantu Sokola Pesisir Mariso, yakni :

Memberikan donasi sukarela kepada mereka melalui akun :

  • BNI Cab. Mattoangin,

  • a.n. Andi Sulfiani qq Sokola Pesisir

  • no. 0243682214
Menyumbangkan pakaian layak pakai anda yang nantinya akan dijual murah kepada masyarakat setempat dan hasil penjualannya akan ditabung untuk penggalangan dana sekolah mereka. Sumbangan pakaian layak pakai anda bisa diberikan langsung ke alamat

  • Sokola Pesisir Mariso di Jl. Nuri lr. 300, no 131, Makassar (a.n Habibi/Efi)
  • Kampung Buku, Komp. CV Dewi, Jl. Abd. Dg. Sirua 192E, Makassar (a.n  Anwar Jimpe Rahman)
  • Membeli produk karya anak-anak Pesisir Mariso berupa kerajinan tangan, buku, foto, lukisan dan film. Info mengenai produk anak-anak Pesisir Mariso bisa menghubungi : Efi Sulfiani (081355505895)
  • Menyebarluaskan informasi ini ke sanak, kerabat, teman dan handai taulan lainnya.

  •  Memberitahu bos, pimpinan, direksi kantor tempat anda bekerja agar diikutkan kedalam program CSR kantor anda.

  • Turut hadir dan berpartisipasi pada acara penggalangan dana yang pelaksanaannya akan diumumkan dalam waktu dekat.

Mari kita membantu Sokola Pesisir Mariso agar kegiatan belajar mereka tetap bisa berlanjut untuk masa depan anak-anak Mariso yang lebih baik.

SOS, Support Our Sokola Pesisir Mariso !!!

Sumber

Sabtu, 14 Januari 2012

Membaca Surat Dari Lince, Siswi SD Wadankou Maluku Tenggara Barat

Negeri besar dan akan lebih besar. Sekedar mengeluh dan mengecam kegelapan tidak akan mengubah apapun. Nyalakan lilin, lakukan sesuatu.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Surat dari Lince Mabossi
Nama saya lince, saya sudah duduk di kelas V SD Kristen Wadankou. Saya mau bercerita tentang keluarga saya. Lihat nih! Seru deh mau menceritakan siapa siapa liat saja ceritanya. Kalau keluarga saya ada yang baik dan ada yang jahat , tapi saya tidak marah kalau mereka menyembunyikan barang dari saya. Tapi teman aku juga banyak kok. 


Temanku ada di Australia, ada di Makassar, ada juga di Bali, ada Medan dan ada juga di Jakarta. Ada di mana saja, tapi saya tidak akan melupakan mereka sampai aku mati. Oh kamu mau menanyakan adikku, Kalo adikku bernama Riska . Aku kalo apel lalu sudah masuk kelas itu adikku setiap datang ke sekolah. Lalu pak guruku juga bernama bapak Guru Berna  Edi Renfan. Pengajar muda SD Kristen Wadankou dan juga Pak Dedi. 

Kalo malam malam saya juga belajar dengan pak Dedi di rumah Bapak Kepala Desa kami tercinta. Dia sudah meninggal pada hari Sabtu bulan Oktober 1945 tanggal 14. Itu loh, kami sedih sekali waktu orang dong bilang itu masyarakat desa wadanko anak bapak tercinta . Tante Laura dan Tante Yana punya anak bernama Faudan Hasti. Kami menangis waktu kubur bapak Atus Saulian itu. 

Pak Dedi ada pergi ke Somlouki, tiba tiba ada orang ke Somlouki itu mereka bilang kepada Pak Dedi di Somlouki tanya Yana kirim surat kepada kakak Santi. Katanya kakak Santi cepat pulang untuk melihat bapak tercintanya, tapi kakak Santi bilang begini beseng mau pulang selain Usirina cepat datang di Somlouki ini boleh supaya beta bisa pulang deng dong kakak Santi bilang  begitu. 

Tapi kakak Jana bilang dia cepat pulang, jadi terpaksa kakak Santi pulang, itu saja yang lince sampaikan ke Makassar. Itu di kampung Pak Dedi, padahal kami tidak mau mengirim surat ke sana, tetapi pak Dedi paksa, jadi kami kelas V SD Kristen Wadanko mau. Itu saja yang Lince sampaikan ke sana. Selamat mengasihkan dan salam

Selasa, 10 Januari 2012

Membalas Surat Sahabatku dari Maluku Tenggara Barat

Hai Aleta!

Perkenalkan namaku Safira Devi Amorita. Aku sudah baca suratmu. Sangat menarik!. Aku duduk di kelas 6 SD Metro School Makassar. Aku berumur 11 tahun, tapi 26 Januari 2012 nanti  aku akan berumur 12 tahun! He..he..

Wah bagus sekali keinginanmu! Semoga kamu bisa mewujudkan keinginanmu itu ya! Amin. Kamu memiliki banyak saudara ya!, kalo aku tidak memiliki saudara karena aku anak tunggal. Aku mau menceritakan tentang kota tempat tinggalku Makassar. Disimak ya!

Makassar itu kota yang sangat indah. Makassar terletak di propinsi Sulawesi Selatan. Makassar adalah kota yang cukup besar. Banyak sekali tempat wisata di Makassar, seperti pantai Losari, Monumen Mandala, Benteng Rottterdam, Trans Studio dan masih banyak lagi. Di pantai Losari, kamu bisa melihat matahari terbenam. Kaliau di Monumen Mandala adalah monumen pembebasan Irian Barat. Benteng Rotterdam adalah benteng peninggalan Belanda yang sangat unik. Jika dilihat dari atas, bentuknya menyerupai penyu. Unik khan? Lain lagi dengan Trans Studio. Trans Studio adalah Indoor Theme Park terbesar di Asia. Disana kita bisa bermain berbagai macam jenis wahana.

Itu baru tempat wisata. Belum lagi tradisinya. Wah, pokoknya Makassar hebat sekali! Aku tunggu kedatanganmu di Makassar ya!
Oh iya, bagaimana liburanmu? Apakah menyenangka? Kali liburanku sangat asyik. Aku berlibur bersama keluargaku. Aku dan sepupu-sepupuku sangat menikmati liburan ini.

Wah, tidak terasa ya, ini sudah tahun 2012. Pada malam tahun baaru, aku merayakan bersama-sama keluarga tercintaku. Tepat pukul 00.00, kami meniupkan terompet sekeras-kerasnya. Bagaimana dengan malam tahun barumu? Ceritakan dong!

Kira-kira apa harapanmu di tahun 2012 ini? Kalau harapanku : Semoga masih bisa merayakan tahun baru selanjutnya dan semoga di tahun ini Tuhan memberikan yang terbaik buatku. Amin. Eh, doakan ya semoga novel yang sedang aku tulis sekarang ini bisa selesai secepatnya. Amin.

Wah banyak sekali yang sudah kuceritakan padamu. Sekian dulu ya suratku. Semoga sampai di tanganmu. Segera dibalas ya!
Salam penuh kasih
Safira Devi Amorita

Kamis, 05 Januari 2012

Surat dari Sahabat Baru di Maluku

Wow.... sore tadi Daddy memberikan kejutan kepadaku. Dia membawakan dua buah amplop yang berisi surat dari temannya yang bekerja di Koran Tribun Timur. Menurut Daddy, surat tersebut berasal dari teman-teman yang bersekolah di Wadanko Maluku. Terus terang aku belum pernah mendengar nama daerah itu, Surat tersebut ditulis oleh siswi yang dibina oleh kakak kakak dari Indonesia Mengajar. Tapi karena penasaran, maka aku langsung membuka surat tersebut. Ada dua  buah surat yang dibawa Daddy, sehingga Daddy membagi kedua surat tersebut kepada saya dan Ajeng, sepupuku dari Bone yang sedang berlibur ke Makassar.

Surat tersebut dilipat rapi dalam amplop yang berwarna putih. Ketika aku buka amplopnya, di dalam surat itu ada sebuah foto. Mungkin foto si pengirim surat. Aku baca pelan-pelan karena tulisan tangannya agak susah dibaca. Surat tersebut berasal dari Aleta Winda Sabono, siswi kelas V SD Kristen Wadanko. Aku dan Ajeng lalu bersama-sama membaca kedua surat tersebut. Perlu sampai 3 kali membaca ulang isi surat tersebut karena bahasanya campur baur dengan logat bahasa daerah setempat. Bahasanya lucu dan membuat kami kadang tertawa antara tidak mengerti maksud kata-katanya dan logatnya. Namun karena mereka sahabat baruku, maka kami berdua harus membalas kedua surat tersebut.

Kalo mau lihat isi suratnya, aku copykan di bawah ini ya...


Surat dari Aleta Winda Sabono


Nama saya Aleta Winda Sabono. Saat ini saya duduk di kelas V SD Kristen Wadanko. Saya berumur 11 tahun. Saya rajin ke sekolah untuk menerima pelajaran dari guru guru kami. Saya ingin menjadi anak yang pintar untuk melanjutkan tugas tugas saya ke masa depan nanti. 

Saya berusaha untuk menjadi manusia yang baik dan membantu adik adik saya yang sedang sekolah. Orang tua saya sudah tua, jadi saya berusaha dan membantu orang tua saya. Kakakku ada 2, adik ada 1 orang. 

Saya ingin menjaga adikku baik baik. Adikku bernama Aldo Arjuna Sabono dan kakakku perempuan bernama Feni Sinta Sabono., dan kakakku laki laki bernama Jeki Marten Luther Sabono. 

Kakakku perempuan dia sekolah, dia duduk di SMA Kristen Larat Kelas III dan kakak laki laki dia duduk di SMP kelas III, dan kakakku perempuan dia senang kirim surat untuk saya. Juga senang balas suratnya dan juga ingat dia, saya kirim surat ini untuk pak Dedi Kusuma. Dia balas surat ini teman temanku yang saya cinta yaitu marten Cirusun Wili.

Di dalam kelas ada 3 orang perempuan yang sangat pintar, yaitu satu Aleta Winda Sabono, yang kedua  marten Cirusun Wili, yang saya tulis tadi. Yang ketiga yaitu Lince Mabesi, dia anak yang umurnya kecil sekali, tapi saya punya umur lebih besar dia. Saya ingin teman yang baik seperti yang nanti saya kenal dari surat ini. 

Aku mau melihat wajahmu atau mukamu yang berteman dengan saya. Aleta Winda Sabono,namanya bagus sekali yang sudah punya nama yang sama dengan saya. Kamu yang saya cintai, yang kuingin teman, yang indah dan yang baik  dan yang baik hati padaku buat surat ini untuk temanku di Australia. 

Disana anak-anak yang saya cintai di dalam surat ini kamu bisa balas suratku ini. Saya mohon dengan kerendahan hatiku. Saya mau menjadikan teman yang baik hati padaku. Yang menjadi teman pada saya. 

Saya akan terima yang saya cintai, temanku yang sejati. Yang bawa surat ini Bapak Dedi Kusuma, yang membawa surat ini Aleta Winda Sabono. Semoga kamu membaca surat ini dengan baik.


Dari Aleta Winda Sabono. Trims









Kampung Dongeng Sulsel, Kok Sepi Dari Dongeng

Tadi pagi sekitar pukul 10.00 WITA, ada temannya Daddy nelpon dan bertanya tentang komunitas Kampung Dongeng. Teman tersebut tertarik dengan aktivitas kampung dongeng setelah membaca blogku ini. Namanya Kak Dul, kakak senior di Pramuka Unhas Makassar. Kak Dul ingin anaknya ikut dalam berbagai aktivitas mendongeng di Makassar. Secara singkat Daddy menjelaskan Kampung Dongeng dan pendirinya yaitu Kak Awam.

Aku ingat tanggal 16 Oktober adalah hari dimana Kampung Dongeng Sulsel diresmikan di Makassar. Dan sebagai pusatnya digunakan di TK Pertiwi Sulsel Jl. Bontolangkasa . Pada hari itu, saya dan Kak Awam bersama-sama mendongeng dalam acara peresmiannya setelah selama 3 hari mengadakan roadshow di berbagai tempat di Makassar. Aku jiuga ikut mendongeng bersama kak Awam di Trans Studio Makassar untuk mengihibur anak anak yatim piatu dari Panti Asuhan Usamah. Mereka berjumlah 20 orang dan sangat senang bisa masuk ke Trans Studio untuk bermain sepuasnya di semua wahana.

Namun setelah acara peresmian Kampung Dongeng, sepertinya aku belum pernah mendengar aktivitasnya lagi. Padahal aku ingin sekali semua aktivitas mendongeng dipusatkan di Kampung Dongeng Sulsel. Saat ini semua kegiatan dongeng aku lakukan sendiri bersama kedua orangtua yang setia menemaniku. Padahal ada beberapa kakak-kakak yang kemarin sempat ditraining oleh Kak Awam untuk bisa tampil mendongeng. Namun karena tidak ada kegiatan, maka kakak-kakak tersebut tidak bisa tampil untuk mendongeng. Malah ada 2 orang guru eskul di sekolahnya yang lolos jadi pendongeng di Kampung Dongeng, tapi sampai saat ini belum pernah tampil mendongeng.




Selasa, 03 Januari 2012

Mau dapat beasiswa menulis non fiksi?

Suka nulis?
Mau dapat beasiswa workshop?
Ikutan, yuk!

JAGO NULIS NON FIKSI DALAM 10 JAM

Beasiswa hanya untuk 10 orang

Trainer : Nunik Utami, Erlina Ayu, dan Firmanawaty Sutan.

Syarat :

1. Penulis pemula yang belum pernah menerbitkan buku
2. Punya account FB
3. Mengirim biodata (nama, tanggal lahir, alamat email, no HP, pekerjaan)
4. Buat tulisan kenapa kamu ingin ikut workshop ini? (300 kata)
5. Tulis dalam 1 file Ms. Word, kirim ke nunikutami31@gmail.com dengan subyek email Daftar Beasiswa Menulis Non Fiksi.
6. Ditunggu sampai 10 Januari 2012 jam 12.00 wib

Peserta terpilih akan dihubungi dan masuk KELAS KHUSUS untuk workshop online selama satu bulan.
Apa saja yang bisa didapat?
Materi tentang non fiksi dan seluk beluknya
Banner sebagai peserta training penulisan

Tunggu apa lagi? Ayo, segera daftar!

------- sumber ----

Senin, 02 Januari 2012

Sunset Pertama 2012 di Pantai Losari Makassar

Setelah semalam tak sempat menikmati pesta kembang api di Pantai Losari, maka sore harinya sekitar pukul 17.00 saya ditemani sepupuku Teteh, Dito dan Dede sengaja pergi ke Pantai Losari Makassar. Sore itu suasana jalan menuju pantai Losari sangat padat merayap.Sedangkan di anjungan pantai Losari, masih banyak pengunjung yang rupanya sengaja menikmati sunset pertama di tahun 2012. Sore itu anjungan yang terletak menjorok ke arah laut sangay penuh dengan aktivitas pengunjung. Beberapa dari mereka bermain main, memancing, makan pisang epe, naik banana boat dan mereka yang hanya sekedar duduk duduk di jajaran beton yang memanjang di tepi Losari.

Pesona senja di Anjungan Pantai Losari dari dahulu hingga sekarang belum berubah. Pengunjung dapat menyaksikan matahari tenggelam. Pantai Losari yang panjangnya lebih dari 2 km tersebut selalu dipadati oleh pengunjung. Pemkot Makassar pun telah menetapkan kawasan ini bebas kendaraan bermotor pada setiap hari Minggu pagi.

Sungguh sangat indah pemandangan sore itu. Cuaca yang cerah dan bersahabat sehingga kami dengan leluasa menikmati turunnya sang mentari ke peraduannya. Semilir angin pantai menerpa wajahku. Beberapa penjual makanan dan minuman sudah bersiap siap memajang dagangannya sore itu. Namun kehadiran mereka tidak menarik perhatianku karena kami berlima sibuk menikmati sore yang kami sebut 'First Sunset 2012 at Losari Beach Makassar".


"Selamat Tahun Baru 2012....."