Selasa, 10 Januari 2012

Membalas Surat Sahabatku dari Maluku Tenggara Barat

Hai Aleta!

Perkenalkan namaku Safira Devi Amorita. Aku sudah baca suratmu. Sangat menarik!. Aku duduk di kelas 6 SD Metro School Makassar. Aku berumur 11 tahun, tapi 26 Januari 2012 nanti  aku akan berumur 12 tahun! He..he..

Wah bagus sekali keinginanmu! Semoga kamu bisa mewujudkan keinginanmu itu ya! Amin. Kamu memiliki banyak saudara ya!, kalo aku tidak memiliki saudara karena aku anak tunggal. Aku mau menceritakan tentang kota tempat tinggalku Makassar. Disimak ya!

Makassar itu kota yang sangat indah. Makassar terletak di propinsi Sulawesi Selatan. Makassar adalah kota yang cukup besar. Banyak sekali tempat wisata di Makassar, seperti pantai Losari, Monumen Mandala, Benteng Rottterdam, Trans Studio dan masih banyak lagi. Di pantai Losari, kamu bisa melihat matahari terbenam. Kaliau di Monumen Mandala adalah monumen pembebasan Irian Barat. Benteng Rotterdam adalah benteng peninggalan Belanda yang sangat unik. Jika dilihat dari atas, bentuknya menyerupai penyu. Unik khan? Lain lagi dengan Trans Studio. Trans Studio adalah Indoor Theme Park terbesar di Asia. Disana kita bisa bermain berbagai macam jenis wahana.

Itu baru tempat wisata. Belum lagi tradisinya. Wah, pokoknya Makassar hebat sekali! Aku tunggu kedatanganmu di Makassar ya!
Oh iya, bagaimana liburanmu? Apakah menyenangka? Kali liburanku sangat asyik. Aku berlibur bersama keluargaku. Aku dan sepupu-sepupuku sangat menikmati liburan ini.

Wah, tidak terasa ya, ini sudah tahun 2012. Pada malam tahun baaru, aku merayakan bersama-sama keluarga tercintaku. Tepat pukul 00.00, kami meniupkan terompet sekeras-kerasnya. Bagaimana dengan malam tahun barumu? Ceritakan dong!

Kira-kira apa harapanmu di tahun 2012 ini? Kalau harapanku : Semoga masih bisa merayakan tahun baru selanjutnya dan semoga di tahun ini Tuhan memberikan yang terbaik buatku. Amin. Eh, doakan ya semoga novel yang sedang aku tulis sekarang ini bisa selesai secepatnya. Amin.

Wah banyak sekali yang sudah kuceritakan padamu. Sekian dulu ya suratku. Semoga sampai di tanganmu. Segera dibalas ya!
Salam penuh kasih
Safira Devi Amorita

Kamis, 05 Januari 2012

Surat dari Sahabat Baru di Maluku

Wow.... sore tadi Daddy memberikan kejutan kepadaku. Dia membawakan dua buah amplop yang berisi surat dari temannya yang bekerja di Koran Tribun Timur. Menurut Daddy, surat tersebut berasal dari teman-teman yang bersekolah di Wadanko Maluku. Terus terang aku belum pernah mendengar nama daerah itu, Surat tersebut ditulis oleh siswi yang dibina oleh kakak kakak dari Indonesia Mengajar. Tapi karena penasaran, maka aku langsung membuka surat tersebut. Ada dua  buah surat yang dibawa Daddy, sehingga Daddy membagi kedua surat tersebut kepada saya dan Ajeng, sepupuku dari Bone yang sedang berlibur ke Makassar.

Surat tersebut dilipat rapi dalam amplop yang berwarna putih. Ketika aku buka amplopnya, di dalam surat itu ada sebuah foto. Mungkin foto si pengirim surat. Aku baca pelan-pelan karena tulisan tangannya agak susah dibaca. Surat tersebut berasal dari Aleta Winda Sabono, siswi kelas V SD Kristen Wadanko. Aku dan Ajeng lalu bersama-sama membaca kedua surat tersebut. Perlu sampai 3 kali membaca ulang isi surat tersebut karena bahasanya campur baur dengan logat bahasa daerah setempat. Bahasanya lucu dan membuat kami kadang tertawa antara tidak mengerti maksud kata-katanya dan logatnya. Namun karena mereka sahabat baruku, maka kami berdua harus membalas kedua surat tersebut.

Kalo mau lihat isi suratnya, aku copykan di bawah ini ya...


Surat dari Aleta Winda Sabono


Nama saya Aleta Winda Sabono. Saat ini saya duduk di kelas V SD Kristen Wadanko. Saya berumur 11 tahun. Saya rajin ke sekolah untuk menerima pelajaran dari guru guru kami. Saya ingin menjadi anak yang pintar untuk melanjutkan tugas tugas saya ke masa depan nanti. 

Saya berusaha untuk menjadi manusia yang baik dan membantu adik adik saya yang sedang sekolah. Orang tua saya sudah tua, jadi saya berusaha dan membantu orang tua saya. Kakakku ada 2, adik ada 1 orang. 

Saya ingin menjaga adikku baik baik. Adikku bernama Aldo Arjuna Sabono dan kakakku perempuan bernama Feni Sinta Sabono., dan kakakku laki laki bernama Jeki Marten Luther Sabono. 

Kakakku perempuan dia sekolah, dia duduk di SMA Kristen Larat Kelas III dan kakak laki laki dia duduk di SMP kelas III, dan kakakku perempuan dia senang kirim surat untuk saya. Juga senang balas suratnya dan juga ingat dia, saya kirim surat ini untuk pak Dedi Kusuma. Dia balas surat ini teman temanku yang saya cinta yaitu marten Cirusun Wili.

Di dalam kelas ada 3 orang perempuan yang sangat pintar, yaitu satu Aleta Winda Sabono, yang kedua  marten Cirusun Wili, yang saya tulis tadi. Yang ketiga yaitu Lince Mabesi, dia anak yang umurnya kecil sekali, tapi saya punya umur lebih besar dia. Saya ingin teman yang baik seperti yang nanti saya kenal dari surat ini. 

Aku mau melihat wajahmu atau mukamu yang berteman dengan saya. Aleta Winda Sabono,namanya bagus sekali yang sudah punya nama yang sama dengan saya. Kamu yang saya cintai, yang kuingin teman, yang indah dan yang baik  dan yang baik hati padaku buat surat ini untuk temanku di Australia. 

Disana anak-anak yang saya cintai di dalam surat ini kamu bisa balas suratku ini. Saya mohon dengan kerendahan hatiku. Saya mau menjadikan teman yang baik hati padaku. Yang menjadi teman pada saya. 

Saya akan terima yang saya cintai, temanku yang sejati. Yang bawa surat ini Bapak Dedi Kusuma, yang membawa surat ini Aleta Winda Sabono. Semoga kamu membaca surat ini dengan baik.


Dari Aleta Winda Sabono. Trims









Kampung Dongeng Sulsel, Kok Sepi Dari Dongeng

Tadi pagi sekitar pukul 10.00 WITA, ada temannya Daddy nelpon dan bertanya tentang komunitas Kampung Dongeng. Teman tersebut tertarik dengan aktivitas kampung dongeng setelah membaca blogku ini. Namanya Kak Dul, kakak senior di Pramuka Unhas Makassar. Kak Dul ingin anaknya ikut dalam berbagai aktivitas mendongeng di Makassar. Secara singkat Daddy menjelaskan Kampung Dongeng dan pendirinya yaitu Kak Awam.

Aku ingat tanggal 16 Oktober adalah hari dimana Kampung Dongeng Sulsel diresmikan di Makassar. Dan sebagai pusatnya digunakan di TK Pertiwi Sulsel Jl. Bontolangkasa . Pada hari itu, saya dan Kak Awam bersama-sama mendongeng dalam acara peresmiannya setelah selama 3 hari mengadakan roadshow di berbagai tempat di Makassar. Aku jiuga ikut mendongeng bersama kak Awam di Trans Studio Makassar untuk mengihibur anak anak yatim piatu dari Panti Asuhan Usamah. Mereka berjumlah 20 orang dan sangat senang bisa masuk ke Trans Studio untuk bermain sepuasnya di semua wahana.

Namun setelah acara peresmian Kampung Dongeng, sepertinya aku belum pernah mendengar aktivitasnya lagi. Padahal aku ingin sekali semua aktivitas mendongeng dipusatkan di Kampung Dongeng Sulsel. Saat ini semua kegiatan dongeng aku lakukan sendiri bersama kedua orangtua yang setia menemaniku. Padahal ada beberapa kakak-kakak yang kemarin sempat ditraining oleh Kak Awam untuk bisa tampil mendongeng. Namun karena tidak ada kegiatan, maka kakak-kakak tersebut tidak bisa tampil untuk mendongeng. Malah ada 2 orang guru eskul di sekolahnya yang lolos jadi pendongeng di Kampung Dongeng, tapi sampai saat ini belum pernah tampil mendongeng.




Selasa, 03 Januari 2012

Mau dapat beasiswa menulis non fiksi?

Suka nulis?
Mau dapat beasiswa workshop?
Ikutan, yuk!

JAGO NULIS NON FIKSI DALAM 10 JAM

Beasiswa hanya untuk 10 orang

Trainer : Nunik Utami, Erlina Ayu, dan Firmanawaty Sutan.

Syarat :

1. Penulis pemula yang belum pernah menerbitkan buku
2. Punya account FB
3. Mengirim biodata (nama, tanggal lahir, alamat email, no HP, pekerjaan)
4. Buat tulisan kenapa kamu ingin ikut workshop ini? (300 kata)
5. Tulis dalam 1 file Ms. Word, kirim ke nunikutami31@gmail.com dengan subyek email Daftar Beasiswa Menulis Non Fiksi.
6. Ditunggu sampai 10 Januari 2012 jam 12.00 wib

Peserta terpilih akan dihubungi dan masuk KELAS KHUSUS untuk workshop online selama satu bulan.
Apa saja yang bisa didapat?
Materi tentang non fiksi dan seluk beluknya
Banner sebagai peserta training penulisan

Tunggu apa lagi? Ayo, segera daftar!

------- sumber ----

Senin, 02 Januari 2012

Sunset Pertama 2012 di Pantai Losari Makassar

Setelah semalam tak sempat menikmati pesta kembang api di Pantai Losari, maka sore harinya sekitar pukul 17.00 saya ditemani sepupuku Teteh, Dito dan Dede sengaja pergi ke Pantai Losari Makassar. Sore itu suasana jalan menuju pantai Losari sangat padat merayap.Sedangkan di anjungan pantai Losari, masih banyak pengunjung yang rupanya sengaja menikmati sunset pertama di tahun 2012. Sore itu anjungan yang terletak menjorok ke arah laut sangay penuh dengan aktivitas pengunjung. Beberapa dari mereka bermain main, memancing, makan pisang epe, naik banana boat dan mereka yang hanya sekedar duduk duduk di jajaran beton yang memanjang di tepi Losari.

Pesona senja di Anjungan Pantai Losari dari dahulu hingga sekarang belum berubah. Pengunjung dapat menyaksikan matahari tenggelam. Pantai Losari yang panjangnya lebih dari 2 km tersebut selalu dipadati oleh pengunjung. Pemkot Makassar pun telah menetapkan kawasan ini bebas kendaraan bermotor pada setiap hari Minggu pagi.

Sungguh sangat indah pemandangan sore itu. Cuaca yang cerah dan bersahabat sehingga kami dengan leluasa menikmati turunnya sang mentari ke peraduannya. Semilir angin pantai menerpa wajahku. Beberapa penjual makanan dan minuman sudah bersiap siap memajang dagangannya sore itu. Namun kehadiran mereka tidak menarik perhatianku karena kami berlima sibuk menikmati sore yang kami sebut 'First Sunset 2012 at Losari Beach Makassar".


"Selamat Tahun Baru 2012....."


Sabtu, 31 Desember 2011

Berkemah di Bantimurung dan Perjalanan ke Gua Mimpi

Salah satu kegiatan yang paling Safira senangi adalah berkemah bersama Mama dan Daddy. Biasanya kami berkemah bersama-sama dengan kakak kakak dari Pramuka Unhas.Beberapa kegiatan perkemahan selalu kami ikuti, antara lain Kemah Keluarga di Parangloe Gowa, Kemah Keluarga di Pantai Tanjung Bayam Makassar.
Nah kali ini, Safira, Dito sepupuku beserta daddy dan mama berkemah di Bantimurung Maros.

Kawasan Bantimurung terletak sekitar 20 km dari Makassar dan dapat ditempuh dengan 1 jam perjalanan menggunakan mobil. Bantimurung termasuk ke dalam taman nasional yang dilindungi oleh pemerintah. Di kawasan Bantimurung ini banyak kupu kupu yang  beraneka ragam. Selain kupu kupu, di Bantimurung juga terdapat air terjun yang sangat indah. Banyak wisatawan lokal dan asing yang berkunjung ke air terjun karena pemandangannya sangat indah.

Air Terjun Bantimurung merupakan obyek  wisata alam di Sulawesi Selatan yang sangat terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan. Air terjun ini memiliki lebar 20 meter dan tinggi 15 meter. Airnya  yang jernih dan sejuk meluncur dari atas gunung batu dengan deras sepanjang  tahun. Di bawah curahan air terjun terdapat sebuah tempat pemandian dari  landasan batu kapur yang keras dan tertutup lapisan mineral akibat aliran air  selama ratusan tahun. Kedalaman air di pemandian ini antara mata kaki hingga ke  pinggang.
Di sebelah kiri air terjun terdapat tangga  beton setinggi 10 meter yang merupakan jalan menuju dua gua yang ada di sekitar  air terjun, yaitu Gua Mimpi dan Gua Batu

Ada 2 gua di kawasan air terjun Bantimurung ini, yaitu Gua Mimpi dan Gua Batu. Gua Batu letaknya di atas dekat air terjun dengan jarak tempuh yang lebih jauh. Perjalanan anda bisa memakai jasa pemandu.  Perjalanan ke sana lumayan berliku, dimulai dengan jalanan menanjak yang untungnya sudah dibuat menjadi anak tangga jadi lebih mudah tetapi sewaktu turunan agak susah, karena berupa jalanan tanah yang licin dan berbatu-batu serta becek karena habis hujan.

Akhirnya setelah perjalanan menanjak, mendatar, turunan dan menanjak lagi sekitar 30 menit, sampailah di mulut gua. Ada dua buah gua, Gua Mimpi dan Gua batu. Gua batu ternyata buntu jadi tidak bisa dimasuki.
Gua ini lengkap dengan stalaktit dan stalakmit yang menjulur dari atas gua. Awalnya sedikit ragu ketika melihat lubang gua yang gelap. Panjang gua  mimpi sekitar 800m, memang termasuk panjang dan terlihat mengerikan. Disini benar-benar gelap tanpa ada cahaya sedikitpun, kecuali lampu senter dari pemandu yang membantu menerangi jalan. Stalaktit dan stalakmit yang meneteskan air bertonjolan di sana sini. Penunjuk jalan memperlihatkan stalaktit yang ketika disorot lampu senter berbentuk ayam jago, ada yang berbentuk kucing dan muka bayi. Yang ketika disorot lampu senter stalaktit tersebut berpendar menyeramkan. Ada juga stalaktit yang ketika dipukul berbunyi. Yang membuat perjalanan lebih mencekam adalah, jalanan yang licin dan berbatu serta banyak jembatan kayu yang sudah rusak. Di dalam gua juga terdengar cericit kelelawar yang banyak tergantung di atap gua. Karena berada di dalamnya kita serasa berada di alam yang tidak nyata. Ya seperti di dalam mimpi itulah. Gua ini pada awalnya ditemukan karena mimpi salah satu penduduk.

Setelah keluar dari gua, masih ada perjalanan pulang yang sangat menguras tenaga. Jalan setapak menurun sangat curam, licin, becek dan berbatu-batu.

Untuk menghibur hati Anda setelah perjalanan yang menegangkan, anda bisa membeli souvenir kupu-kupu cantik yang telah diawetkan dalam kotak kaca dan kupu-kupu yang dijadikan gantungan kunci.

Kamis, 29 Desember 2011

Safira Menjadi Penulis Pemula di KKPK

Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) adalah sebuah lini di DAR! Mizan yang  khusus menerbitkan buku-buku yg ditulis oleh anak-anak usia 7-12th. Nama Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) diberikan oleh Kak Andi Yudha Asfandiyar. KKPK yang awal penerbitannya merupakan sebuah idealisme,untuk menampung karya dari anak-anak Indonesia, terbit mulai akhir 2003. 
Judul pertamanya "Kado Untuk Ummi", berbentuk novel ditulis oleh Sri Izzati yang waktu itu usianya 7 tahun. Menyusul kemudian Abdurrahman Faiz (putra Helvi T. Rosa), menerbitkan kumpulan Puisinya. Puisinya yang terkenal waktu itu adalah Surat Untuk Presiden (MasaPresiden Megawati).
Pada 2003-2006 belum begitu banyak karya KKPK yang terbit. Penulisnya bisa dihitung dengan jari. Namun sejak Konferensi Penulis Cilik KKPK pada 2008 digelar, jumlah penulis dan pertumbuhan tulisan anak-anak usia 7-12 tahun semakin menjamur. Melalui Konferensi yang setiap tahun rutin digelar, para penulis KKPK terus bertambah. Jumlah penulis KKPK sampai dengan sekarang sudah ada 194 orang, dan karya yang terbit sudah lebih dari 217.
Dengan keberhasilan KKPK menjadi Brand buku bacaan anak yang digemari oleh anak-anak usia SD (7- 12th), maka membuat para penerbit lain pun ingin ikut merasakan manisnya kue tersebut, ikut meramaikan dunia bacaan anak yang pertama kali populer dengan nama Kecil-Kecil Punya Karya atau KKPK. Mizan sangat berbangga hati menjadi pelopor buku bacaan bermutu yang ditulis oleh anak-anak Indonesia. Karena itu, Kementerian Pendidikan Indonesia, dalam 2 tahun belakangan ini (2010-2011 ) selalu memberikan dukungan untuk acara Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI) . Seluruh Penulis Cilik, semuanya tergabung dalam Komunitas Penulis Cilik Indonesia. Dan inilah para penulis Kecil-Kecil Punya Karya yang karyanya banyak diapresiasi oleh pembaca cilik Indonesia selam tahun 2011. Seluruh penjualannya rata-rata diatas belasan ribu eks.
1. KKPK.MY FIRST MAKE UP (Wanda Amyra Mayshara)
2. KKPK.ROXY! ROXY! 2:TOTALLY CHANGED (Ghizadhia Amira Putri)
3. KKPK. REPORTER CILIK (Wanda Amyra Mayshara)
4. KKPK.PINK CUPCAKE (Ramya Hayasrestha sukardi)
5. KKPK. SHOPAHOLIC GIRL! (Wanda Amyra Mayshara)
6. KKPK. SIDNEY'S DREAM (Andi Batari Toja)
Kakak-kakak juga menucapkan selamat buat kalian yang sudah berhasil
meraih penghargaan pad Konferensi Penulis Cilik Indonesia:
1. Wanda Amyra Mayshara, meraih penghargaan sebagai Penulis Cilik Best
Seller dan Penulis Cilik Terproduktif.
2. Muthia Fadhila Khairunnisa sebagai Penulis Terbaik, dalam karya Miss
Pantun dan Miss Fashion.
Tak lupa Kakak ucapkan selamat juga buat para pemenang Lomba Cerpen KPCI 2011.
Pemenang Kategori Penulis Cilik
1. Alya Namira Nasution (Hidung Pinokio)
2. Flo's Drama (Flores Mae Yani)
3. Plagiator (Thifal Kharida Muthia)
Pemenang Harapan Kategori Kategori Penulis Cilik
1. Muthia Fadhila Khairunnisa
2. Janji Omar (Salsabila Shasia Nurhidayat)
3. Kurcaci (Alfa Nadhya M)
Pemenang Terpilih Penulis Cilik
1. Never Give Up Niki karya Thahira Haura
2. Kid`s Spirit karya Humaira Fathiyannisa
3. Umpan Silang karya Darryl Khalid
4. Dag Dig Dug karya Salsabiilaa Roihanah
Kategori Penulis Pemula
1. Bintang Naila Bersinar (Atikah)
2. Ayo Jujur (Safira Ulinnuha)
3. Jujur Lebih Penting (Arina Futihatur Rizqoh)
Pemenang Harapan Kategori Penulis Pemula
1. Kerjakanlah PR di Rumah (Angelina Fajri Intan)
2. Sahabat dalam Duka karya Laksita Judith
3. Ketegaran Putri karya Salsabila Safa
Pemenang Terpilih Penulis Pemula
1. Liandra karya Fitriatul A
2. Dua Anak Surga di Tengah Lumpur karya Nadif Athalah
3. Ibu Awan Menangis karya Noor Aini Istiqomah
4. Mengapa Bersekolah Mahal karya Safira Devi Amorita
---- diambil dari wall KKPK di Facebook